Panduan Lengkap Transit Bebas Visa 240 Jam di Tiongkok untuk Pemegang Paspor Indonesia

Kabar gembira! Pemegang paspor Indonesia kini bisa menikmati transit bebas visa 240 jam di Tiongkok mulai 12 Juni 2025. Pelajari cara kerjanya untuk perjalanan bisnis atau wisata Anda.

VisaField Editorial · July 15, 2026 · 4 menit baca
Biaya
USD 0
Masa berlaku
10 days
Kabar Gembira! Apakah Pemegang Paspor Indonesia Kini Bisa Transit Bebas Visa 240 Jam di Tiongkok?
YA, BETUL SEKALI! Ini adalah berita yang sangat dinantikan bagi Anda pemegang paspor Indonesia. Mulai **12 Juni 2025**, Indonesia secara resmi ditambahkan ke dalam daftar negara yang memenuhi syarat untuk kebijakan transit bebas visa 240 jam (10 hari) di Tiongkok. Ini adalah jalur bebas visa utama bagi Anda, karena Indonesia TIDAK termasuk dalam daftar 50 negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa 30 hari unilateral Tiongkok. Jadi, bersiaplah untuk menjelajahi Tiongkok dalam perjalanan transit Anda!
Apakah saya masih memerlukan kebijakan transit ini jika negara saya memiliki masuk bebas visa 30 hari?
Tidak. Namun, perlu diingat bahwa Indonesia TIDAK termasuk dalam daftar 50 negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa unilateral Tiongkok selama 30 hari. Kebijakan 30 hari ini memungkinkan warga negara tertentu (seperti Inggris dan Kanada sejak 17 Februari 2026) untuk masuk hingga 30 hari untuk tujuan wisata, bisnis, kunjungan keluarga, atau transit tanpa memerlukan tiket lanjutan ke negara ketiga. Skema tersebut saat ini berlaku hingga 31 Desember 2026. Bagi Anda pemegang paspor Indonesia, kebijakan transit bebas visa 240 jam inilah yang paling relevan dan penting.
Apakah transit bebas visa 240 jam ini gratis?
Ya. Tidak ada biaya yang dikenakan. Petugas imigrasi akan mengeluarkan izin masuk sementara di pelabuhan masuk tanpa biaya (NIA).
Bisakah saya terbang dari Indonesia ke Tiongkok dan kembali lagi ke Indonesia?
Tidak. Kebijakan ini mencakup transit ke negara atau wilayah ketiga — tujuan lanjutan Anda harus berbeda dari tempat Anda tiba. Misalnya, rute Jakarta → Guangzhou → Jakarta tidak memenuhi syarat; Anda akan memerlukan visa (atau masuk bebas visa 30 hari jika memenuhi syarat, yang tidak berlaku untuk Indonesia). Namun, rute seperti **Jakarta → Guangzhou (untuk Canton Fair) → Singapura** atau **Jakarta → Shanghai → Hong Kong** sangat memenuhi syarat dan ideal untuk perjalanan bisnis atau wisata Anda.
Apakah Hong Kong, Makau, atau Taiwan dianggap sebagai "wilayah ketiga"?
Secara praktis, ya — formulasi resmi adalah transit ke negara atau wilayah ketiga, dan rute seperti Jakarta → Shanghai → Hong Kong umumnya diterima. Karena halaman NIA tidak memberikan contoh spesifik, sebaiknya konfirmasi rute yang 'abu-abu' dengan hotline NIA 12367 sebelum memesan (NIA).
Bagaimana perhitungan 240 jam dilakukan?
Waktu dihitung mulai pukul 00:00 pada hari setelah kedatangan Anda. Jika Anda mendarat pada pukul 06:00 tanggal 1 Juli, jam mulai berdetak pada pukul 00:00 tanggal 2 Juli, sehingga Anda harus berangkat paling lambat pukul 23:59 tanggal 11 Juli (Shanghai Municipal Government FAQ).
Apakah saya perlu mengajukan permohonan terlebih dahulu?
Tidak ada permohonan di muka yang mungkin atau diperlukan. Anda cukup meminta transit bebas visa di perbatasan saat tiba, dengan menunjukkan paspor dan tiket lanjutan yang sudah dikonfirmasi. Sejak 20 November 2025, Anda dapat mengisi kartu kedatangan secara online melalui situs web NIA atau aplikasi 12367 untuk mempercepat proses (Beijing Municipal Government).
Bandara dan pelabuhan mana saja yang bisa saya gunakan?
Ada 65 pelabuhan yang ditunjuk di 24 wilayah setingkat provinsi, termasuk Beijing Capital/Daxing, Shanghai Pudong/Hongqiao, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu, dan stasiun kereta cepat West Kowloon. Baik masuk maupun keluar Anda harus melalui pelabuhan yang ditunjuk. Tabel pelabuhan saat ini tersedia di halaman kebijakan NIA.
Bisakah saya bepergian antar kota dan provinsi selama 240 jam?
Ya, dalam area yang diizinkan di 24 wilayah provinsi yang dicakup, Anda dapat bepergian melintasi batas provinsi — misalnya, tiba di Shanghai, mengunjungi Beijing dan Xi'an, lalu berangkat dari Guangzhou (Shanghai 240-hour portal). Periksa batas area yang diizinkan untuk wilayah yang kurang umum sebelum merencanakan perjalanan.
Dokumen apa saja yang akan diperiksa oleh petugas imigrasi?
Paspor yang berlaku setidaknya 3 bulan, tiket lanjutan yang sudah dikonfirmasi (tanggal dan kursi tetap) yang berangkat dalam waktu 240 jam, dan kartu kedatangan Anda. Petugas juga mungkin menanyakan tentang akomodasi dan rencana perjalanan (Shanghai FAQ).
Bisakah saya bekerja atau belajar selama transit bebas visa?
Tidak. Aktivitas yang diizinkan adalah pariwisata, pertemuan bisnis (misalnya menghadiri Canton Fair), pertukaran, dan kunjungan keluarga. Bekerja, belajar, dan jurnalisme memerlukan visa yang sesuai yang diperoleh sebelumnya (NIA).
Bagaimana jika saya menginap di rumah teman daripada di hotel?
Anda atau tuan rumah Anda harus mendaftarkan akomodasi Anda di kantor polisi setempat dalam waktu 24 jam setelah kedatangan. Hotel akan melakukan ini secara otomatis saat Anda check-in (Beijing Foreign Affairs Office).
Bisakah saya memperpanjang 240 jam atau mengubahnya menjadi visa di Tiongkok?
Perpanjangan hanya diberikan dalam keadaan luar biasa (misalnya, keadaan darurat medis, pembatalan penerbangan) oleh administrasi keluar-masuk setempat. Rencanakan penerbangan lanjutan Anda dalam jangka waktu yang ditentukan; tinggal melebihi batas waktu adalah pelanggaran yang dapat memengaruhi masuk di masa mendatang.
Apakah kebijakan 240 jam ini permanen?
Kebijakan ini tidak memiliki tanggal akhir yang diumumkan (tidak seperti skema unilateral 30 hari, yang saat ini berlaku hingga 31 Desember 2026). Aturan dan daftar negara/pelabuhan dapat berubah — daftar negara bertambah dari 54 menjadi 55 dan pelabuhan dari 60 menjadi 65 selama tahun 2025 — jadi selalu periksa kembali halaman NIA menjelang perjalanan Anda.

Sumber resmi

VisaField tidak berafiliasi dengan lembaga pemerintah mana pun. Kami hanya menyediakan panduan informasi. Semua keputusan visa dibuat oleh otoritas imigrasi pemerintah terkait.

Poin penting

  • Indonesia resmi masuk daftar negara transit bebas visa 240 jam Tiongkok mulai 12 Juni 2025.
  • Skema ini memungkinkan Anda tinggal hingga 10 hari untuk transit ke negara ketiga, ideal untuk perjalanan bisnis atau wisata.
  • Wajib memiliki tiket penerbangan lanjutan (onward ticket) ke negara/wilayah ketiga yang berbeda dari titik keberangkatan Anda.
  • Tidak perlu mengajukan visa di muka; izin sementara akan diberikan di bandara kedatangan.

Other visas for Tiongkok

Siap mengajukan visa?

Penilaian gratis terlebih dahulu — tidak dikenakan biaya jika tidak memenuhi syarat

Pemeriksaan kelayakan berbasis AI
Unggah dokumen & verifikasi otomatis
Pengisian formulir pemerintah otomatis
DIY mandiri — bukan agen perjalanan
Siap mengajukan visa?
Tidak perlu kartu kredit
Mulai penilaian gratis