Visa Vietnam
Vietnam telah secara signifikan merampingkan kebijakan visanya, terutama dengan memperluas sistem e-visa ke semua negara dan memperpanjang masa bebas visa untuk banyak kebangsaan. Hal ini menjadikannya salah satu destinasi paling mudah diakses di Asia Tenggara bagi wisatawan dan pelancong bisnis. Reformasi terbaru bertujuan untuk menarik talenta dan meningkatkan pariwisata.
Ikhtisar Visa
Kebijakan visa Vietnam pada tahun 2026 ditandai dengan sistem e-visa yang mudah diakses, tersedia untuk warga negara dari semua negara dan wilayah di seluruh dunia untuk masa tinggal hingga 90 hari, dengan opsi masuk tunggal atau ganda. Selain itu, Vietnam menawarkan pembebasan visa kepada 38 kebangsaan, dengan durasi mulai dari 14 hingga 45 hari, termasuk masa bebas visa 45 hari untuk 25 negara (diperluas mulai Maret 2025) dan 30 hari untuk negara-negara ASEAN, Chili, dan Panama. Perubahan terbaru termasuk pengenalan kategori visa baru untuk talenta berkualitas tinggi (UĐ1, UĐ2) yang berlaku mulai 1 Juli 2026, dan uji coba kartu kedatangan digital wajib di Bandara Internasional Tan Son Nhat mulai 15 April 2026. Sanksi yang lebih ketat untuk overstay visa, termasuk denda hingga 40 juta VND (sekitar 1519 USD) dan deportasi segera, juga berlaku mulai Desember 2025.
Poin Penting
Tips Perjalanan
- Selalu ajukan e-visa Anda melalui portal resmi pemerintah Vietnam (evisa.gov.vn atau thithucdientu.gov.vn) untuk menghindari situs web tidak resmi, biaya yang salah, atau visa yang tidak valid.
- Pastikan paspor Anda berlaku setidaknya 6 bulan setelah tanggal kedatangan yang Anda inginkan dan memiliki setidaknya dua halaman kosong.
- Ajukan visa Anda jauh-jauh hari, idealnya 7-14 hari sebelum keberangkatan yang Anda rencanakan, untuk memperhitungkan waktu pemrosesan dan potensi penundaan.
- Periksa kembali semua informasi pada formulir aplikasi dan surat persetujuan e-visa Anda untuk akurasi guna mencegah masalah masuk atau penolakan.
- Waspadai sanksi yang lebih ketat untuk overstay visa, yang dapat mencakup denda yang signifikan dan deportasi.